Jumat, 23 Mei 2014

Kamu pikir kamu siapa?




            Dulu, ya dulu kita begitu dekat, sedekat bunga dengan kelopaknya. Sehingga aku pikir inilah jalanku untuk menuju kebahagiaan. Kupikir langkahku sudah benar. Namun nyatanya tidak. Tanpa alasan yang jelas kau mengabaikanku, tak lagi ada perhatian yang selalu kau berikan, kau hilang begitu saja tanpa pamit terlebih dahulu. Apa salahku waktu itu? Apakah aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah? Aku rasa aku tidak melakukannya.  Kamu pergi secara tiba-tiba, dan akupun tidak bisa mencegahmu untuk pergi, karena aku memang bukan siapa-siapa bagimu. Aku juga tak memintamu untuk segera pulang dan aku tak punya hak untuk memintamu kembali. Kamu selalu datang dan pergi begitu saja , namun aku selalu menerimamu kembali. Kamu pergi untuk yang lain, tetapi ketika yang lain mengabaikanmu, kamu kembali kepadaku.       
            Jika aku bisa membaca pikiran dan hatimu saat itu, mungkin aku takkan mau mengenalmu dan mungkin aku takkan terhempas terlalu jauh dan terjatuh lebih dalam. Jika aku mampu menilai bahwa setiap perhatian yang kau berikan bukanlah sesuatu yang spesial, mungkin aku takkan terburu-buru untuk jatuh hati kepadamu.
            Aku mencintaimu.Ya aku begitu mencintaimu, saat aku tak mendapatkan kabarmu sehari saja rasanya begitu cemas sekali, saat kamu saling bertegur sapa dengan yang lain di akun Twittermu, ada gejolak yang membuncah di dalam hati ini. Aku merasa cemburu saat itu.
            Dulu kita sering chat-an di BBM, sekedar menanyakan kabar dan aku terbiasa dengan hal-hal kecil itu. Aku terbiasa dengan segala candaanmu. Kita seperti sepasang kekasih, tetapi bukan. Jika kamu ingin tahu, ada kebingungan, kesesakan dalam status yang menyedihkan itu. Aku terkatung-katung dalam hubungan ini, sendirian. Tapi sepertinya kamu tak memperdulikannya. Hingga akhirnya kamu menghilang entah pergi kemana dan dengan siapa, meninggalkan aku disini bersama luka.
            Sekarang kamu datang kembali kepadaku, dan entah kapan kamu akan pergi lagi. Aku tak bisa lagi melangkah untuk mendekatimu karena yang menantiku hanyalah sebuah rasa sakit. Aku telah kehilangan cinta dari seseorang yang dulu aku cintai, dan aku tak mau lagi melakukannya. Aku setengah mati belajar untuk hidup tanpamu, enak saja jika kamu datang untuk menghancurkannya. Aku kini telah menjadi seorang yang kuat untuk jatuh ke dalam pelukmu, perangkapmu (lagi).
            Kamu pikir kamu siapa, beraninya datang dan pergi di kehidupanku dengan meninggalkan luka. Kamu pikir kamu siapa, mematahkan hatiku dengan mudahnya. Apakah kamu tidak tahu, butuh waktu yang lama untuk merasa baikan dari rasa sakit yang kamu beri. Tolong jangan kembali kepadaku, karena kamu takkan bisa mendapatkanku lagi.

Untuk kamu,
yang tak tahu malu.
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar