Dulu, ya dulu kita begitu dekat, sedekat bunga dengan kelopaknya.
Sehingga aku pikir inilah jalanku untuk menuju kebahagiaan. Kupikir langkahku
sudah benar. Namun nyatanya tidak. Tanpa alasan yang jelas kau mengabaikanku,
tak lagi ada perhatian yang selalu kau berikan, kau hilang begitu saja tanpa
pamit terlebih dahulu. Apa salahku waktu itu? Apakah aku melakukan sesuatu yang
membuatmu marah? Aku rasa aku tidak melakukannya. Kamu pergi secara tiba-tiba, dan akupun tidak
bisa mencegahmu untuk pergi, karena aku memang bukan siapa-siapa bagimu. Aku
juga tak memintamu untuk segera pulang dan aku tak punya hak untuk memintamu
kembali. Kamu selalu datang dan pergi begitu saja , namun aku selalu menerimamu
kembali. Kamu pergi untuk yang lain, tetapi ketika yang lain mengabaikanmu, kamu
kembali kepadaku.
Jika aku bisa membaca pikiran dan hatimu saat itu,
mungkin aku takkan mau mengenalmu dan mungkin aku takkan terhempas terlalu jauh
dan terjatuh lebih dalam. Jika aku mampu menilai bahwa setiap perhatian yang
kau berikan bukanlah sesuatu yang spesial, mungkin aku takkan terburu-buru
untuk jatuh hati kepadamu.
Aku mencintaimu.Ya aku begitu mencintaimu, saat aku tak
mendapatkan kabarmu sehari saja rasanya begitu cemas sekali, saat kamu saling
bertegur sapa dengan yang lain di akun Twittermu, ada gejolak yang membuncah di
dalam hati ini. Aku merasa cemburu saat itu.
Dulu kita sering chat-an di BBM, sekedar menanyakan kabar
dan aku terbiasa dengan hal-hal kecil itu. Aku terbiasa dengan segala
candaanmu. Kita seperti sepasang kekasih, tetapi bukan. Jika kamu ingin tahu,
ada kebingungan, kesesakan dalam status yang menyedihkan itu. Aku terkatung-katung
dalam hubungan ini, sendirian. Tapi sepertinya kamu tak memperdulikannya.
Hingga akhirnya kamu menghilang entah pergi kemana dan dengan siapa,
meninggalkan aku disini bersama luka.
Sekarang kamu datang kembali kepadaku, dan entah kapan
kamu akan pergi lagi. Aku tak bisa lagi melangkah untuk mendekatimu karena yang
menantiku hanyalah sebuah rasa sakit. Aku telah kehilangan cinta dari seseorang
yang dulu aku cintai, dan aku tak mau lagi melakukannya. Aku setengah mati
belajar untuk hidup tanpamu, enak saja jika kamu datang untuk menghancurkannya.
Aku kini telah menjadi seorang yang kuat untuk jatuh ke dalam pelukmu,
perangkapmu (lagi).
Kamu pikir kamu siapa, beraninya datang dan pergi di
kehidupanku dengan meninggalkan luka. Kamu pikir kamu siapa, mematahkan hatiku
dengan mudahnya. Apakah kamu tidak tahu, butuh waktu yang lama untuk merasa
baikan dari rasa sakit yang kamu beri. Tolong jangan kembali kepadaku, karena
kamu takkan bisa mendapatkanku lagi.
Untuk
kamu,
yang
tak tahu malu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar